pilihlah

kau, kediamanku, dan ruangan itu

beberapa jam sebelumnya aku bergulat dengan tubuh dan perasaanku

lalu kau hadir

dan aku kian merasa

bahwa perasaan manusia hanyalah ilusi belaka

cinta, sayang, kekaguman

hanya tersusun dari penguatan-penguatan artifisial dalam dirimu

tidak ada yang namanya cinta sejati

karena cinta , seperti halnya hidup,

adalah pilihan.

dengan sekian konsekuensi, dari tiap cinta tersebut

jadi apa pilihanmu?

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s