kau, kediamanku, dan ruangan itu
beberapa jam sebelumnya aku bergulat dengan tubuh dan perasaanku
lalu kau hadir
dan aku kian merasa
bahwa perasaan manusia hanyalah ilusi belaka
cinta, sayang, kekaguman
hanya tersusun dari penguatan-penguatan artifisial dalam dirimu
tidak ada yang namanya cinta sejati
karena cinta , seperti halnya hidup,
adalah pilihan.
dengan sekian konsekuensi, dari tiap cinta tersebut
jadi apa pilihanmu?
