Bersama hujan musim ini

aku menanti hujanmu, dalam kepekatan bermalam-malam rindu

lihatlah,

langit timur terbakar merah…

kau dimana?

kenapa kau memalingkan hati dari panggilanku?

waktu kita habis sudah…

dekap, hasrat, dan kasihmu akan menjadi uap,

mengakhiri musim hujan deras dalam dadaku.

hujanmu yang deras, menghambur, berbutir, sesekali berpetir….

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s