aku menanti hujanmu, dalam kepekatan bermalam-malam rindu
lihatlah,
langit timur terbakar merah…
kau dimana?
kenapa kau memalingkan hati dari panggilanku?
waktu kita habis sudah…
dekap, hasrat, dan kasihmu akan menjadi uap,
mengakhiri musim hujan deras dalam dadaku.
hujanmu yang deras, menghambur, berbutir, sesekali berpetir….

