menunggu kekasih?

ketika kau tak ada, masih tajam seru jam dinding itu

jendela tetap seperti matamu

nafas langitpun dalam dan biru

hanya aku yang menjelma kata

mendidih

menafsirkanmu…

kau mungkin jalanan menikung-nikung itu

yang menjulur dari mimpi

yang kini meski kutempuh sebelum sampai di muaramu

sungguh tiadakah tempat berteduh disini?

kalau tak ada diantara jajaran cemara itu,

kepada siapa mesti kucari jejak nafasmu?

maghrib begitu deras

ada yang terhempas

tapi ada goresan yang tak akan terkelupas

[Sapardi Djoko Damono]

terima kasih pada Nuri yang mau membacakannya dgn begitu indah untukku…

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Satu Respon untuk

  1. acilo

    wow, baru liat lagi puisi2nya dati..

    aku lebih suka background yang inih.. beneran!! apalagi gambar bunganya.. beuuhh.. ada yg mekar, ada yang kuncup dan ada yang ga ada bunganya..

    jgn diganti lagi ya :p

    *jadi pengen denger cara nuri bacain.. :(

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s