bukan puisi

senja diguyur hujan. kemarahan membakar hati dan pikiranku. beberapa hari ini aku sakit. berjuang untuk sembuh dan berjuang untuk tetap hidup.

aku membenci kalian, yang telah mencuri bertahun-tahun kehidupanku. ya, aku menyalahkan kalian, setelah sekian ratus kali aku menyalahkan diriku sendiri. aku tidak akan menerima lagi tudingan-tudingan kalian. jika detik ini aku ketakutan untuk melakukan segalanya, itu salah kalian. karena sebelum keberadaan kalian, hidupku tidak seperti ini. aku selalu suka berpetualang dan mencoba hal-hal baru. kalian, yang hanya berteman berdasarkan kepentingan. kalian, yang merasa begitu hebat hingga semua orang yang berbeda dari kalian akan kalian hina. kalian yang merasa penderitaan kami adalah karena kegagalan genetis dalam diri kami. kalian yang mencemooh luka & cerita kami. kalian yang begitu busuk dalam hati dan pikiran. kalian yang bersembunyi dibalik nama tuhan dan jabatan. kalian yang bertopeng sepanjang hidup. kalian yang tidak pernah benar-benar berkawan. busuk. busuk. busuk. kalian hidup dalam mitos & ilusi, merasa paling hebat padahal kalian lebih rendah dari kotoran hina. kalianlah yang terbusuk.

semoga tuhan menjatuhkan karma atas perbuatan kalian seketika di dunia. amin.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

di Kehidupan kali ini

kugenggam tanganmu saat  ketakutan,

kupeluk kau saat kuterluka,

aku menemuimu saat aku merasa tidak bisa melakukan apa-apa…

dalam segala rasa pedih, aku mengingatmu

kaulah kekuatanku

dalam rasa lelah yang dalam saat hidup seringkali tak ramah,

aku singgah di hatimu

kaulah tempatku pulang…

di kehidupanku kali ini, mungkinkah aku meninggalkanmu?

sedangkan kau adalah rumah bagiku?

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under puisi

sewarna kelabu

Abu-abu, warna musim hujan kali ini

mendung bergerak di langit langit

menumpahkan rindu dan haru

di tiap sudut tempat yang kulihat ada dirimu…

pada sebuah hulu jalan awal kita bertemu

lalu tatap matamu yang sebiru lautan

saat malam menjadi tak bertepi

hanya ada kau dan butiran hujan….

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

pilihlah

kau, kediamanku, dan ruangan itu

beberapa jam sebelumnya aku bergulat dengan tubuh dan perasaanku

lalu kau hadir

dan aku kian merasa

bahwa perasaan manusia hanyalah ilusi belaka

cinta, sayang, kekaguman

hanya tersusun dari penguatan-penguatan artifisial dalam dirimu

tidak ada yang namanya cinta sejati

karena cinta , seperti halnya hidup,

adalah pilihan.

dengan sekian konsekuensi, dari tiap cinta tersebut

jadi apa pilihanmu?

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Bersama hujan musim ini

aku menanti hujanmu, dalam kepekatan bermalam-malam rindu

lihatlah,

langit timur terbakar merah…

kau dimana?

kenapa kau memalingkan hati dari panggilanku?

waktu kita habis sudah…

dekap, hasrat, dan kasihmu akan menjadi uap,

mengakhiri musim hujan deras dalam dadaku.

hujanmu yang deras, menghambur, berbutir, sesekali berpetir….

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

sepahat wajah yang memejam

jangan berpaling

kau harus tahu,

aku selalu membaca raut wajahmu…

dalam lelapmu, dalam keseharianmu, dalam aliran emosi yang kau ungkapkan.

karenanya aku memahami alasanmu berada di sini.

bukan apa yang kau lakukan padaku,

bukan sesuatu yang berusaha kau buat aku merasakannya,

bukan tentang batasan dan konsekuensi,

ini tentang perasaanku yang kau dustakan…

sebesar apapun usahamu untuk membuatku senang

aku pasti bisa menembus kedalaman jiwamu

karena,

aku selalu mengamati raut wajahmu

yang meski kupuji indah, tapi kebenaran yang tergurat di sana

begitu menyakitiku…

yang meski selalu memberiku kekuatan untuk melawan beku malam,

melukaiku teramat dalam…

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under puisi

balkon cemara

aku mengingat kita

slashpine

seperti halnya penggalan-penggalan kata di pandangan matamu subuh itu,

pada sebuah balkon berpagar barisan cemara…

udara sebeku lelapmu, kutinggalkan sendiri meski takkan lama lagi aku kembali

menemuimu dalam mimpi, mendekapimu dengan segenap yang kumiliki

hari ini, haruskah kutandai?

setelah tak terhitung sudah sakit yang mendera tubuhku…

meregang nyawa,

mengutuk seluruh syaraf yang ada,

menyumpah-serapahi hidup yang cuma membuatku menderita

tapi aku akan selalu meminta hal yang sama untuk mengobatinya;

keberadaanmu.

yang menenangkanku tanpa banyak bertanya

yang melakukan segalanya untuk membuatku tertawa

yang selalu mengerti,

selalu ada…

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

menunggu kekasih?

ketika kau tak ada, masih tajam seru jam dinding itu

jendela tetap seperti matamu

nafas langitpun dalam dan biru

hanya aku yang menjelma kata

mendidih

menafsirkanmu…

kau mungkin jalanan menikung-nikung itu

yang menjulur dari mimpi

yang kini meski kutempuh sebelum sampai di muaramu

sungguh tiadakah tempat berteduh disini?

kalau tak ada diantara jajaran cemara itu,

kepada siapa mesti kucari jejak nafasmu?

maghrib begitu deras

ada yang terhempas

tapi ada goresan yang tak akan terkelupas

[Sapardi Djoko Damono]

terima kasih pada Nuri yang mau membacakannya dgn begitu indah untukku…

1 Komentar

Filed under Uncategorized